Oct
25
2008

Bahaya di Balik Pemakaian Plastik

Kita tentu tak asing dengan berbagai kemasan berbalut plastik. Hampir semua barang-barang yang ada di sekeliling kita tak lepas dari bahan bernama plastik ini. Mulai dari mainan anak, alat-alat rumah tangga, alat kantor, sampai benda-benda elektronik berbungkus plastik. Salah satu alasan pemakaian plastik tentu tak lepas dari berbagai kelebihannya. Meski ringan, plastik tak berkarat, mudah dibentuk, dan tidak gampang pecah. Semua ini membuat plastik lebih praktis ketimbang bahan tradisional yang membutuhkan perawatan khusus. Tak hanya itu, plastik juga relatif murah dan terkenal gaul dengan bahan lain. Artinya, bahan ini mudah bercampur dengan aneka bahan pewarna. Sudah begitu. Alhasil, banyak orang terpikat pada plastik dengan keanekaan bentuk dan warnanya. Dengan berbagai kelebihan itu, tak heran jika plastik kini menjadi pilihan utama untuk membungkus aneka produk.

Besarnya pengunaan plastik tak lepas dari kebutuhan warga dunia yang ingin serba praktis. Plastik jelas lebih praktis dan tahan lama dibandingkan tempat makanan tradisional seperti daun. Namun, di balik kepraktisan itu ada bahaya mengintip di balik pemakaian plastik. Setidaknya, ada dua bahaya plastik. Pertama, plastik akan menjadi sampah yang sulit terurai. Plastik adalah produk non-biodegradable yang sulit untuk diuraikan. Limbah plastik baru bisa terurai setelah 1.000 tahun. Bandingkan dengan limbah kertas yang membutuhkan waktu sebulan untuk terurai. Kedua, plastik mengandung bahan kimia yang berbahaya, yakni Bisphenol A alias BPA. Bahan kimia ini bisa merangsang pertumbuhan sel kanker serta memperbesar risiko keguguran pada ibu hamil.

Singkatnya, tak hanya bisa mencemari lingkungan, plastik jelas juga berpotensi mengancam kesehatan kita. Boleh jadi kedua bahaya ini lah yang membuat banyak negara kini mulai mengurangi penggunaan plastik. Ambil contoh China. Sejak 1 Juni 2008 lalu, pemerintah China mewajibkan warganya membungkus barang belanjaan dengan kertas. Kecemasan pemerintah Negeri Tembok Raksasa ini cukup beralasan. Sebab, penelitian di negeri itu menunjukkan bahwa penggunaan kemasan plastik untuk makanan dan minuman dapat mengganggu kekebalan tubuh manusia. Penyebab gangguan kekebalan tubuh itu adalah kandungan dioksin dan zat beracun pada lapisan penyusun plastik yang rusak alias monomer.

Suhu penyimpanan dan proses pencucian wadah yang tidak tepat dapat menyebabkan perpindahan dan kerusakan monomer serta zat adiktif yang biasa dicampurkan saat pembuatan plastik. Inilah yang bisa merusak kekebalan tubuh. Pada tingkat yang berbahaya, zat beracun pada plastik itu dapat memicu berkembangnya sel kanker. Itu belum seberapa lantaran produsen plastik umumnya menambahkan zat pewarna dan berbagai zat lain yang berbahaya bagi kesehatan.

Plastik sejatinya tidak tahan panas. Tapi dengan berbagai tambahan seperti zat antilengket, bahan sinar dan panas, plastik menjadi sangat kuat. Tapi, berbagi goresan dan panas tinggi perlahan bisa membuat bahan-bahan pembuat plastik itu terlepas. Kalau berulang dipakai untuk menyimpan makanan atau minuman, zat yang terlepas ini lama-lama bisa menimbulkan kanker.

Zat beracun atau monomer itu semakin lama akan menumpuk dalam tubuh lantaran proses penyimpanan makanan atau proses memasak yang terlalu lama. Dalam hitungan ahli pangan, monomer plastik akan terurai pada suhu di atas 120°C.

Jangan sembarangan menggunakan kantong plastik berwarna hitam untuk menyimpan makanan atau minuman panas. Soalnya, kantong plastik hitam umumnya terbuat dari bahan daur ulang dengan campuran tinta sablon. Ini sangat berpotensi menimbulkan kanker.

Zat penyusun plastik yang perlu dihindari antara lain vinilklorida, akrilonitril, metacrylonitril, vinylidene chlorida, serta styrene. Vinilklorida misalnya, dapat bereaksi negatif bila bercampur dengan guanin dan sitosin dapat merusak DNA. Adapun akrilanitril bereaksi dengan adenin bisa menimbulkan iritasi pada saluran pencernaan seperti mulut, tenggorokan, dan lambung.

Sementara zat adiktif seperti plasticizer, stabilizer, dan antioksidan dapat menjadi sumber pencemaran organoleptik yang membuat makanan menjadi berubah rasa dan aromanya serta bisa menimbulkan keracunan.

Pada suhu kamar, dengan waktu kontak cukup lama, zat adiktif pada plastik juga masuk secara bebas ke makanan. Akibatnya, kanker pun menjadi ancaman dalam kehidupan kita.

Wikanto, A. dan N. Manurung. 2008. Bahaya Mengintip di Balik Pemakaian Plastik. http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/23/14512748/bahaya.mengintip.di.balik.pemakaian.plastik. [23 Oktober 2008].

About the Author: Hanum Vine Meilliza

Leave a comment

 

February 2012
M T W T F S S
« Jan    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  

Categories

My Shouts

  • pipin
    email
    aah kak meli, romantis sekali :) langgeng ya kak *jadi pengen nikah juga wkwkwkwkwk :p
    15 May 2011
  • masterusuh
    email
    great personal blog. recomended for this one...hehehehe...visit me back :P
    9 April 2011
Your Shout